Tradisi mudik lebaran di Indonesia memang telah mengakar di masyarakat, detik-detik menjelang iedul fitri selalu di warnai dengan dengan kesibukan untuk pulang kampung bertemu sanak keluarga sekaligus untuk tamasya bersama …, tentu saja kegiatan semacam ini cukup membuat pusing pemerintah, bayangkan … semua fasilitas angkutan umum mengalami over booking dan over load, jalan raya juga mengalami kemacetan dimana-mana, otomatis pak polisi mendapat tugas tambahan selama 24 jam untuk menjaga kamtibmas selama acara mudik tersebut. Hal ini juga dilakukan oleh teman-teman RAPI menjelang H-7 dan H +7 Iedul Fitri, beberapa posko simpatikpun didirikan mulai dari traffic count hingga informasi jalur mudik.




Saya sendiri walaupun bukan tujuan untuk mudik tapi pingin juga merasakan gimana sih serunya perjalanan mudik seperti yang terlihat di Televisi itu ….

. Setelah prepare chek engine si Pulsar 200 serta packing pakaian seperlunya acara melihat suasana lebaran dan mudik 2009 dimulai …

Minggu, 20 September 2009
Selepas Sholat Iedul Fitri dan bermaaf-maafan dengan tetangga kiri kanan, acara untuk perjalanan touring lebaran-pun dimulai, Om Hary - JZ09EAR dan keluarga, Om Iwan JZ09HRG dan Keluarga berangkat dengan menggunakan mobil melalui jalur pantura. Sementara saya dan Om Ujang - JZ09ENB memilih untuk berangkat pada sore hari selepas sholat magrib. Perjalanan dari rumah JZ09ENB melalui rute Bekasi - cikarang - Karawang - Purwakarta - Sadang - Subang hingga Majalengka - Cikijing relatif lancar, pukul 01.30 saya dan JZ09ENB sudah sampai di Cikijing dan istirahat sejenak sambil menikmati Mie goreng, kemudian perjalanan menuju Panawangan dilanjutkan dan finish di etape I di rumah JZ09ENB di Panawangan pada pukul 02.00 dinihari.


Senin, 21 September 2009

Pagi terasa cerah dan udara di perbukitan panawangan cukup terasa sejuk. Pagi saya akan melanjutkan perjalanan menuju etape II di Purworejo, setelah sarapan pagi, pukul 09.00 WIB saya mulai meluncur di jalanan Panawangan - Ciamis di temani JZ09ENB, jalanan disini memang lumayan mengasikkan, tikungan-tikungan tajam benar-benar dapat dinikmati dengan menggunakan motor, kebiasaan touring jarak jauh menjadi terpuaskan dengan trek sepanjang Panawangan - Ciamis. Saya berpisah dengan JZ09ENB di Ciamis dan mengambil rute menuju Purworejo melalui Majenang - Gombong - Kutoarjo - Purworejo. Sampai di Purworejo sudah menunjukkan pukul 13.30 dan di sambut tawa lebar oleh keponakan-keponakanku yang sudah gede-gede ini …, sore hari di Purworejo akhirnya saya nikmati dengan acara nongkrong di alun-alun serta menikmati bebek goreng dan burung dara goreng di dekat stasiun Purworejo … hmmm maknyussss nikmat banget.








Selasa, 22 September 2009
Pukul 08.00 dari Purworejo perjalanan menuju etape III di Pacitan dilanjutkan, kali ini Adit keponakanku yang sudah kelas 2 SMA ini menemani perjalanan ke arah selatan sekalian memberikan tehnik safety riding, soalnya dia sudah mulai seneng jalan-jalan dengan Yamaha Vixion-nya. Sengaja perjalanan menuju Jogjakarta saya jadi boncenger dulu, rute melalui Petanahan - Srandakan hingga Bantul dipilih buat safety course karena jalannya cukup mulus dan sepi, penyesuaian dari Vixion 150cc ke Pulsar 200cc cukup mulus dilalui, Jarak dari Purworejo ke Bantul ditempuh hanya 45 menit dengan kecepatan rata-rata 70 - 75 Kpj. Acara di Bantul mengunjungi keluarga dekat dulu kemudian berlanjut ke rumah Pakde Bejo JZ12ABV, cukup lama juga ngobrol di rumah JZ09ABV hingga datang JZ12BAR dan JZ12AA, om Kumis - JZ09HZM dan om Iwan JZ09HRG nampaknya tidak bisa bergabung karena terjebak kemacetan, sehingga selepas makan siang saya, JZ12BAR dan JZ12AA pamit untuk melanjutkan perjalanan menuju Pacitan.


































Melalui repeater 143.550 MHz rupanya om Kumis berupaya ingin bertemu setelah terjebak kemacetan di sekitar Prambanan, akhirnya di Pos Traffic count Gunung Kidul kita berhenti sejenak menunggu JZ09HZM. Setelah bergabung perjalanan ke Pacitan-pun di lanjutkan, wah .. lumayan macet mulai dari Patuk hingga Trafic Light Wonosari, om Kumis tidak bisa bergabung ke Pacitan dan berpisah menuju Sukoharjo mengambil rute melalui Ngawen - Semin - Sukoharjo.
Suasana gelap karena mati lampu menyambut perjalanan kita sejak lepas dari SPBU di dekat pasar Pacitan, padahal jalanan menuju rumah JZ09EAR cukup berat karena penuh tikungan tajam dan tanjakan, sampai di pasar Tulakan Pacitan sudah hampir pukul 20.00 WIB, kabut mulai turun dan akhirnya sampai juga dengan selamat di titik tujuan akhir…, malam kian sepi .. sesekali rintik-rintik hujan menambah dingin suasana di ketinggian 900 DPl ini, sampai akhirnya berebut selimut untuk tidur lebih awal …
Rabu, 23 September 2009
Sudah pukul 07. pagi tapi matahari belum juga nampak, sementara rintik hujan setiap saat turun. Hari ini sebenarnya ingin mengambil dokumentasi di seputar kota Pacitan, tetapi karena pukul 10.30 baru pamit dengan JZ09EAR dan keluarga, akhirnya acara foto-foto di kota Pacitan di urungkan, rute melalui dusun sedeng kembali dilewati sehingga lebih awal memasuki perbatasan antara Giritontro, pemandangan gersang diantara bukit terjal nampak terhampar luas, suasana jalan masih terasa sepi sehingga saya dan JZ12BAR sempat mengambil beberapa foto di sekitar Pracimantoro.
Melintasi jalan Wonosari JZ12BAR mengajak untuk mencoba trek Ngawen - Semin - Klaten, hmmm … lumayan juga, sayang banyak jalan yang bumpi sehingga dikecepatan tinggi agak kurang nyaman. Pukul 15.00 sampai juga di rumah JZ12BAR, dan disana JZ09HRG yang kebetulan mau jalan-jalan ke Malioboro dapat bergabung bersama di rumah JZ12BAR. Pukul 20.00 WIB akhirnya saya berpamitan untuk kembali ke Purworejo dan bermalam disana …
Kamis, 24 September 2009
Pukul 07.30 saya bersama kakak dan 2 keponakan menuju Wonosobo sekalian melihat suasana di sekitar pegunungan Dieng, rute yang dipilih melalui Purworejo - Loano - Kepil - Kretek - Wonosobo, kondisi jalan benar-benar mengasikan, banyak tikungan S dan Z yang bisa kita nikmati dengan kecepatan 70 KPj disini, suasana udara dingin juga membuat perjalanan ke Wonosobo dan Dieng terasa nyaman, bahkan ketika melihat kawah dieng rasa panas tidak begitu terasa.
Menjelang sore akhirnya kita kembali ke Purworejo …






























Jum’at, 25 September 2009
Acara hari ini adalah melihat bendungan Wadas Lintang di perbatasan Kebumen - Purworejo dan melihat pemandangan kota Jawa Tengah dan Jogja dari Puncak Suroloyo. Bendungan Wadas Lintas mirip dengan Waduk Jatiluhur, letaknya yang relatif dekat dengan kota Purworejo (sekitar 40 Km) dapat di tempuh sekitar 30 menit, apalagi kondisi jalan cukup bagus, trek yang mengasikkan adalah sekitar 5 Km sebelum memasuki area bendungan, disini banyak tikungan yang lumayan menantang.













Tetapi yang paling seru adalah perjalanan menuju Puncak Suroloyo, rute yang di lalui adalah arah ke kota Magelang kemudian belok menuju Banyu Asin - Samigaluh dan naik hingga dusun Keceme. Rute jalannya benar-benar berbahaya dan penuh tantangan, tikungan S dan Z seperti tidak ada habis-habisnya hingga ke puncak Suroloyo, disarankan jika teman-teman akan menuju kesini kondisi motor harus benar-benar prima, dan perjalanan dengan menggunakan mobil sepertinya tidak direkomendasikan, karena medannya cukup berat dan hanya dapat dilalui oleh 1 mobil, sehingga bila dari lawan arah berpapasan dengan mobil lain maka akan sulit sekali, apalagi selama perjalanan menuju puncak tidak ada medan datar disini.
Memang begitu sampai di puncak Suroloyo kita akan terpuaskan dengan pemandangan yang sangat indah, kita seperti berada di negeri di atas awan, tetapi perlu di ingat jangan sampai terlena hingga kabut datang dan anda tidak bisa pulang karena jalan tertutup kabut, jadi perhatikan kondisi cuaca agar anda bisa menikmatinya.


















Sabtu, 26 September 2009
Hari ini adalah jadwal terakhir menikmati suasana Purworejo sebelum kembali ke Jakarta, pagi ini Gua Seplawan menjadi pilihan karena jaraknya yang paling dekat dekat kota Purworejo kira-kira sekitar 20 Km, tetapi meskipun dekat kondisi treknya cukup berat tanjakan 45 derajat dengan tikungan tajam cukup membuat Pulsar 200 ngosngosan sehingga hanya bermain di gigi 1 dan 2 saja. Berkunjung ke Gua Seplawan memang membawa pengalaman berpetualang tersendiri, gua ini terbesar di Asia Tenggara, ketika anda memasuki mulut gua … sebuah suangai bawah tanah langsung membuat dingin kaki anda, anda dapat menikmati pemandangan gua yang memiliki tinggi langit-langit sekitar 7 meter, sementara di kiri kanan nampak stalagmit mengukir dinding gua, penerangan lampu masih tersedia hingga 600 meter kedalam dan selebihnya anda harus menikmati dengan lampu senter sendiri. Ruang gua yang panjang hingga 3 Km bisa saja membuat anda tersesat apalagi suasana didalamnya gelap gulita, oleh karena itu jika memang berniat berpetualang lebih baik didampingi guide.












Setelah seharian menikmati petualangan perut bumi, pukul 21.00 saya menuju depan terminal Purworejo untuk menunggu JZ12BAR dan JZ09HZM yang akan berangkat bersama menuju Jakarta, etape pertama adalah menuju Panawangan - Ciamis menjemput JZ09ENB. Perjalanan malam hari terasa lancar, skill riding groups benar-benar dipergunakan untuk menembus kemacetan di sekitar karang anyar dan melibas tikungan di sekitar Banjar dan Ciamis. Pukul 02.00 WIB sampailah di Alun-alun Ciamis, dan selanjutnya acara sahur pagi adalah menikmati tikungan S dan Z di sepanjang Ciamis - Kawali - Panawangan. Tak terasa pukul 04 pagi sampai juga di rumah JZ09ENB, dan sambutan sup ayam ala JZ09GNE cukup mengobati hawa dingin selama diperjalanan sampai akhirnya setelah sholat shubuh kita menyempatkan tidur sejenak …
Minggu, 27 September 2009
Pukul 10.00 WIB kita berpamitan dengan kedua orang tua JZ09ENB menuju Jakarta, rute pulang tetap melalui Cikijing - Majalengka - Kadipaten - Subang - Sadang yang masih terasa lancar, tetapi suhu di atas 35 derajat cukup membuat dehidrasi. Sehingga akhirnya JZ09ENB mengajak beristirahat di rumah JZ10UBE yang kebetulan kita lewati. Setelah beristirahat sejenak sambil menikmati es kelapa muda, perjalanan dilanjutkan melalui rute Sadang - Bukit Indah - Cikarang - Bekasi, titik akhir perjalanan kita pilih menjelang lampu merah kelapa dua Kalimalang, … sebuah perjalanan yang panjang hampir 2500 KM sudah terlewatkan, banyak kenangan manis di touring lebaran kali ini. Mudah-mudahan lebaran selanjutnya masih berkesempatan menikmati libur lebaran untuk menapaki jalan-jalan panjang di pulau jawa ….











