Ade masih melihat puing-puing yang berserakan karena gempa itu..? kemarin waktu melihat tayangan sholat ied di jogja aku harus menahan linangan air mata, … aku tidak tahu kenapa sering kali kesadaraan itu tumbuh dari sebuah peringatan pahit …, tetapi setidaknya itu bukanlah sebuah keterlambatan.. Dari puing kehancuran ada keindahan yang tumbuh, .. itulah alur ketika tangan kita terulurkan disana, dan kitapun belajar tentang makna hablum minannaas…, saat ini keindahan nya terasa sempurna, karena ramadhan turut mewarnai pasang surut silaturahmi yang kita jalin … Membangun silaturahmi ternyata tak semudah yang kita bayangkan, apalagi kalau pernah tersiram dengan warna "merah jambu" … kunci yang kita pegang hanya satu … "tulus" dan ketulusan itu seperti intan yang kian bersinar.. beberapa hari yang lalu kita masih sempat berbuka bersama di penghujung ramadhan, dan kemarin kita sempurnakan dengan bermaafan di awal syawal …, indahkan kan ..?? Seandainya aku bisa melukiskan keindahan yang terjadi ini, mungkin keindahannya bisa melebihi taburan bintang bima sakti, .. inilah rakhmat untuk kita.. Alhamdulillah ya rabbi ! Kadang aku takut ini menjadi sebuah titik kulminasi yang kemudian menjadi kenangan yang harus kita simpan dalam-dalam. Karena aku tahu … esok ketika kau berdiri dipersimpangan jalan… itulah saatnya kita mulai berpisah kita akan memulai sebuah perjalanan yang panjang … aku tidak tahu apakah ketulusan itu akan menerangi sudut kalbu kita dan tetap menjaga ikatan silaturahmi ini harapanku hanya pada sepenggal do’a yang tertinggal untukmu Ya Allah simpan namamu di hatiku dan ingatkan aku bahwa kau adalah ukhtiku !