::: seperti air yang mengalir :::

untuk sahabat03:15 15 March, 2007 3:15 am

… Baru saja aku sampai di meja kerjaku dan, tingg ! … sebuah user account dengan foto bidadari cantik membuka mandriva 2007 ku, lalu seperti biasa… rasanya ada yang kurang lengkap jika tidak mampir di rumahmu sekedar melihat senyummu, atau mungkin sesekali menyapamu …

Hidup di era tehnologi saat ini telah memunculkan sebuah ruang, kantor atau rumah secara virtual, kemudahan itu pula yang membuat adanya interaksi maya, dari urusan pekerjaan, organisasi, sampai urusan pribadi. Dan sukar dipercaya jika hari ini aku hidup di dalam dimensi itu …

Aku pikir ketika masih kecil dulu membangun rumah pohon, itu adalah rumah yang terindah … karena aku bisa menatap langit lebih dekat …, atau mendengar kicauan burung pipit yang bermain petak umpet ..

… tapi saat ini memang aku tidak sedang bermimpi, jika di sudut ruang ini aku bisa mengenalmu, mendengarkan nyanyianmu … atau tanpa sadar mulai mengagumimu :) , ehh tapi apakah kamu perlu menanyakan tentang kapan kita bertemu …. dan dimana …? hmm… biarin aja wujud kita ada sebuah bayangan, sebuah angan, dan sebuah kabut tipis di ujung ilalang pagi ….

… di dimensi ini .. hati kita adalah ruang tamu kita dan pikiran kita adalah rumah kita, … apa .. ??? rumah kita … aku warna hijau saja yah …., eh tapi kamu maunya pink ya …. okey kalo gitu kita bangun sama2 deh hehehe …

[..mulai nulis lagi :) …] 

 

untuk sahabat 1:44 am

…"baru sampe nih mas, … kehujanan tadi di jalan…", hmm… baru aja tak kasih tau kalo di Jakarta lagi panas terik … dan ..gak taunya dapat kiriman juga seperti di kotamu, malah lebih seru… badai mengamuk di jakarta :)

Sebenarnya jam 17.00 kemarin aku sudah siap-siap mau pulang, tapi mendadak hujan campur angin datang, dan … brusss sore kemarin jakarta bener-bener di buat panik, angin kencang merobohkan pohon-pohon di jalan utama, lalulintas jadi terputus total apalagi genangan air mulai naik hingga 30 cm di jalanan… Duh ..! hampir 1 jam mau nyari jalan pulang saja susah, lewat jalan casablangka macet, lewat jalan gatot subroto juga macet, al hasil jam 18.30 baru sampe di tugu pancoran.. dan jam 21.00 baru sampe rumah. Rencana mau rapat di kecamatan Pasar Minggu batal, maaf daku temen-temen jakarta seperti siaga 1 lagi :)

Fenomena alam di Jakarta bulan ini masih diwarnai hujan dan angin kencang, ini memang tidak bisa di nalar dengan pikiran manusia, biarlah ini menjadi urusan Tuhan, yang bisa kita lakukan adalah tawakal serta hati-hati menghindari bencana yang terjadi…

… Kita melihat pesawat jatuh, kapal tenggelam, kereta anjlok … lalu kita memilih diam di rumah .. eh gak taunya malah banjir yang datang …

Bencana, musibah, cobaan, peringatan … apapun itu jika sudah kehendakNya tidak ada manusia yang sanggup menolaknya …

Aku hanya tasyakur, Alhamdullilah aku masih dilindungi … dan hari ini aku masih ada, disini ..