::: seperti air yang mengalir :::

Ajang Sosial01:24 18 June, 2007 1:24 am

mpatJakarta Kiamat … !!!

Tanggal 9 Juni 2007 pukul 17.00 Gunung Anak Krakatau meletus, letusan yang disertai awan panas dan bebatuan mencapai tinggi hingga 25 km, semburan debu yang menyerupai ledakan bom itu membuat radius 150 km dari pusat letusan tertutup debu, erupsi anak krakatau juga menimbulkan gempa tektonik dan tsunami dengan tinggi gelombang 30 meter. Daerah Lampung, Banten dan Jakarta mengalami kerusakan fatal … sebuah kota mati terjadi, korban hari pertama mencapai 1.5 juta orang meninggal. Seluruh infrastruktur seperti gedung, jalan, jaringan PLN, Telepon mengalami kehancuran..

Dalam kondisi panik, dalam kondisi krisis, dalam kondisi keterbatasan … semua bahu-membahu, melakukan operasi penanggulangan bencana. Gubernur segera melakukan koordinasi dengan satkorlak dan TNI, Bakornas segera mengambil tindakan darurat untuk meminta bantuan UN dan MPAT …

Hari pertama, dengan sisa-sisa SDM yang selamat … membuat posko terpadu …
… beberapa relawan komunikasi RAPI DKI yang selamat segera membuka "Disaster communication" …, "may day … may day … 10-33.." radiogram-pun disebar pada frekwensi 11.415 MHz, di repeater 143.550, dan frekwensi wilayah yang masih termonitor. Hanya mengandalkan sisa-sisa aki mobil stasiun darurat-pun mengudara untuk memberikan dukungan operasi penanggulangan bencana akibat letusan gunung anak krakatau …….., semua berkolaborasi baik satkorlak, UN dan MPAT serta NGO lain yang mulai bergerak ke DKI Jakarta.

Kira-kira itulah workshop dan lokakarya MPAT (Multinational Planning Augmentation Team) [ https://www2.apan-info.net/mpat/] yang dilaksanakan di Hotel Borobudur tanggal 11-15 Juni 2007. Mengambil Sumba room sebagai ruang kendali, puluhan notebook online selama 24 jam, dan koordinasi global semuanya terjadi disana.

Suatu pengalaman yang luar biasa dapat terlibat dalam operasi penanggulangan bencana diatas, MPAT Tempest Express 12 di ikuti oleh ahli-ahli strategi dari Tentara Multinasional, TNI dan POLRI, WHO, UNHCR, UNICEF, OCHA, dan departemen PBB yang lain, NGO serta unsur Satkorlak.

… dan Alhamdulillah aku selamat :) soalnya , … di ruang komunikasi aku ikut mengendalikan komunikasi dari satlak-satlak di 5 wilayah kotamadya di DKI Jakarta, menjadi penghubung antara Bakornas MPAT serta NGO di lapangan. Setiap hari Analisis perkembangan selalu menjadi sarapan pagi, … wah ..tidak dapat dibayangkan jika ini benar-benar terjadi.

Indonesia memang banyak memiliki bom waktu yang siap meledak …, jika gunung anak krakatau meletus dapat dipastikan jutaan orang akan meninggal … dan mungkin saja salah satunya adalah aku …. astaghfirullah ! Nauzubillah min dzalik ..!

Tapi aku bersyukur, international workshop  kemarin jadi catatan tersendiri, …. bahwa kita hidup di atas bencana …., hanya saja kita tidak tahu kapan itu datang …

jalan-jalan02:28 5 June, 2007 2:28 am

gmasUdara pagi masih menyisakan kesejukan … padahal pas masuk ke kebun teh udah menjelang sholat zuhur, suasana kebun teh gunung mas menjelang siang makin terasa dingin apalagi mendung mulai bergerombol berarak memenuhi celah lembah gunung gede pangrango …

Perjalanan rame-rame dari jakarta dengan roda dua tadi terasa seru, apalagi ketika harus pake acara nyasar di bukit sentul …, tapi yang paling mengasikan ketika semua barisan motor meliuk indah di bukit pelangi … awass…. tikungan tajam … awas tanjakan 45 derajat …, dari radio HT sesekali masih terdengar canda temen-temen sambil melibas lereng-lereng gunung pancar …

 Jalan-jalan kali ini jujur aja untuk mendorong temen-temen RAPI dalam rangka safety riding course, cara berkendaraan yang aman dan tertib, dan hasilnya semua merasakan pelajaran baru, ternyata jalan-jalan barengpun ada tata aturannya. Mengendarai sepeda motor memang paling banyak terkena resiko, oleh karena itu perlu ketrampilan dan tehnik khusus agar selama perjalanan terhindar dari bahaya dan tidak membayakan orang lain.

… Menjelang istirahat siang tenda pos komunikasi-pun sudah berdiri, aliran sungai kecil di depan tenda langsung memberikan rasa dingin …, beberapa temen-temen langsung nggak sabar rebahan di rumput hijau, tapi yang membuat suasana tetap hangat secangkir kopi hangat rupanya sudah disiapkan di termos-termos kecil dari jakarta … waww … teman yang pas untuk menemani obrolan di kaki gunung gede pangrango …

Malam menyisakan kesunyian, tetapi setelah sholat isya dan santap malam bersama, teman-teman seperti tidak perduli dengan udara dingin, dan suasana makin seru dengan acara diskusi safety riding dan organisasi … beberapa ukhti berkumpul sambil menikmati alunan musik dari petikan nada sumbang om ajo… :)

Azan Shubuh membangunkan tidurku, lumayan 3 jam bisa tertidur pulas walaupun hanya di bungkus jaket, soalnya tadi mau bawa sleeping bag ragu-ragu … antara nginep ato langsung pulang ke jakarta …, karena minggu pagi masih ada acara di cilandak festival ….

Jalan-jalanku cukup untuk me-refresh rutinitas kerja … dan besok aku udah nggak sabar … pingin liat kabarmu .. :) :)