Kamis 14 Agustus 2008, Jam 09.00 WIB pagi ini jadi juga mengambil keputusan untuk menuju Papua Barat, bayang-bayang menakutkan tentang apa yang akan terjadi disana akhirnya harus sirna dengan semangat 45 ku. Satu carryl dengan beberapa baju ganti, sleeping bag, dan peralatan survival sudah masuk semua, dan tengg … dengan langkah pasti aku menuju jalan Fatmawati untuk terus ke asrama Haji Podok Gede dimana peserta dari Indonesia bagian barat akan diberangkatkan bersama, … Oya pas di Fatmawati sempat ketemu sama om Roy JZ09HRD sama mbak Diana, weww..selamat jalan ya Di katanya …
Akhirnya setelah mengejar waktu dengan Blue Bird, Jam 09.30 sampai di asrama haji pondok gede, disini semua peserta dari Indonesia bagian barat akan diberangkatkan bersama-sama. Sampai disana Bro Taufik JZ09GSF sudah menunggu … walaupun tidak bisa ikut tapi makasih ya sudah nganter sampe di kamar karantina hehehe.. , rupanya beberapa peserta juga sudah sampai disana, setelah berbasa-basi kenalan akhirnya kita ditempatkan di kamar 01 dengan rekan-rekan baru, Reza dari Riau, Salim dari Surabaya, Wahdi dari Kal-Bar, Hendri dari Sum-BAr, Febri dari Sum-Sel, dan Rahman dari Bengkulu… inilah yang akhirnya jadi cikal bakal gank layar tuna di manokwari hehehe.. Pagi ini acaranya memang hanya registrasi dan briefing keberangkatan, sekalian bagi logistik dan obat Kina sebagai sebagai pencegahan tahap 1 untuk kegiatan di manukwari.
Jum’at 15 Agustus 2008 Jam 04.00 WIB akhirnya semua peserta yang berjumlah kurang lebih 250 orang di berangkatkan ke Manokwari dengan menggunakan 2 pesawat Hercules. Namanya juga pesawat angkut jadi didalam pesawat meskipun duduknya di atas tumpukan barang … tetap saja rame, emang yang penting happy dulu .. , Take off berlangsung mulus, menjelang pagi nampak sinar matahari menembus kaca jendela pesawat.
Perjalanan relatif lancar, cuaca sangat bagus, pesawat transit sebentar di Pangkalan Udara Hasanudin Makasar, kemudian jam 9.30 terbang lagi menuju Manokwari. Rombongan tiba pada pukul 16.00 di Tanah Cendrawasih, suara tepukan gendang adat dan tarian tradisional menyambut kedatangan rombongan, sebuah ritual yang penuh keakraban. Setelah semua rombongan dibawa ke lokasi Fasilitas Pemeliharaan dan Perbaikan TNI AL di Manokwari, acara pembukaanpun dimulai dengan penuh kesederhanaan namun penuh khidmad …, Malam harinya acara di isi dengan pentas seni di Pusat Informasi Umum Manokwari, hee … bisa nari bareng sama teman-teman papua.
Sabtu, 16 Agustus 2008, pagi ini agenda Jambore adalah Bhakti sosial berupa pengobatan massal, kunjungan baksos ke Masjid, Gereja, Vihara, SMPN 03, Penduduk di Pulau Mansinam dan Fasum di Pantai Pasir Putih. Beberapa peserta jambore di bagi dalam beberapa kelompok karena memang waktunya sangat terbatas…, selesai bhaksos acara langsung berpindah ke Universitas Negeri Papua di AMban Manokwari, disana digelar acara Dialog Kebangsaan, sebuah eksplorasi tentang wawasan kebangsaan dengan menggali potensi dari peserta Jambore… weww seru juga, dari diskusi, seminar sampai adu yel-yel antar regu ..
Sore harinya, di dermaga FASHARKAN sudah berjajar meja dan kursi di tepian pantai, malam ini bakalan makin seru karena adanya pentas seni Jambore, APi Unggun dan sajian makanan khas Manokwari .. Ubi Rebus, Ikan Tongkol dan sambal pandan woww nikmat sekalii …, dan benar saja acara menyambut 17 Agustus 1945 ini hampir berlangsung hingga pukul 02.00 dinihari, seru banget bro.
Minggu 17 Agustus 2008, pagi-pagi teman-teman sudah rebutan kamar mandi soalnya jam 09.00 WIT harus berada di lapangan Barosi untuk memperingati HUT Proklamasi 17 Agustus 1945 yang ke 63, Inilah upacara pertama di Manokwari yang di hadiri perwakilan dari seluruh Indonesia…. Sore hari peserta Jambore diajak mengenal kehidupan masyarakat setempat di sekitar Pantai Bakaro. Malam selepas magrib di Gedung Gubernuran PApua Papua Barat akhirnya Acara Jambore di tutup secara resmi oleh Gubernur PApua Barat yang di lanjutkan dengan acara pentas hiburan hingga pukul 01.00 WIT. Malam hari rekan-rekan dari Tenda Layar Tuna, dan kelompok II bikin acara pisahan kecil-kecilan, rasanya cepat sekali deh …
Senin 18 Agustus 2008 jam 05.00 WIT sebagian rombongan peserta jambore dari Indonesia Tengah, Timur dan Barat mulai di pulangkan menuju Lanud Hasanudin dan Halim Perdana Kusuma, sementara rombongan Indonesia Bagian Barat yang masih tertinggal di ajak jalan-jalan oleh Komandan FASHARKAN Pak Tri dan Ibu ke pulau Mansinam, menikmati indahnya pantai, menikmati kelapa muda di tepi pantai sambil diskusi ringan dan kadang-kadang cerita yang lucu-lucu…
Malam pukul 20.00 WIT teman-teman melanjutkan evaluasi kegiatan JAMBANG 2008, sampai akhirnya tersusun Deklarasi Manokwari…, di saat semua memudar, sebagian rekan-rekan nampak terbakar semangatnya, di saat yang lain terbayang segera sampai di rumah, yang tertinggal masih memikirkan bumi Indonesia ini…, ini lah kami ada di Manokwari, belahan Indonesia yang membakar semangat anak bangsa. Yang mencoba melawan penjajahan kapitalis modern dan anarkisme pemimpin negeri dengan tenaga yang tersisa …..
Senin 19 Agustus 2008, Jam 05.00 WIT akhirnya semua rombongan ke 2 packing tenda dan menuju Lanud Manokwari, disana tugas yang lebih berat menunggu, mengemban amanat kebangsaan yang kian terselimuti oleh kabut egoisme …. Kumandang lagu Padamu Negeri, Satu Nusa Bangsa…. dan pembacaan Deklarasi oleh Bro Iyan dari Papua Barat, menjadi janji bersama untuk tetap meneruskan semangat 45 … sebelum akhirnya Hercules membawa kami … kembali tersebar di Bumi Ibu Pertiwi.
Selamat berjuang teman-temanku, untuk Indonesia Jiwa dan Raga kita persembahkan.



















Asslm.
Pak didik Apa kabar? luar biasanya nih. masih inget saya eg imam dari unj yang paling muda ditenda tuna…. anak pramuka itu loh
Comment by imam — 07:40 18 November, 2008 @ 7:40 am
Salam Kebangsaan Mas didit…….
gmana kbarne???????
sehatkan?????
Comment by reza — 14:23 5 August, 2009 @ 2:23 pm