Sebuah system komputerisasi dirancang untuk memudahkan pekerjaan, dimana hasilnya dapat diproses seketika dan akuntabilitasnya tinggi. SAS (sistem administrasi sekolah) di DKI Jakarta di rancang untuk memudahkan proses penilaian dan pengisian raport, tetapi SAS ini ternyata banyak memberikan kendala bahkan menjadi beban tersendiri bagi kalangan guru. Memang sepintas SAS ini bertujuan untuk memberikan layanan pemrosesan nilai secara online, tetapi kita juga harus memikirkan apakah dengan sistem online sudah di lengkapi dengan security yang tinggi .. ?? anda bisa cek di google dengan keyword "sas+subdis", coba perhatikan temuan dari google, ternyata SAS DKI Jakarta telah di hack dan disana bertebaran freepassword untuk masuk kedalam SAS ini. Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila seseorang masuk ke sistem ini, ia bisa mengganti nilai atau menghapus nilai, dan pasti ada pihak-pihak yang dirugikan …
Mendisain sistem online memang butuh kecermatan, security berlapis dan tetap memberikan akses dengan cepat, mutlak menjadi syarat utama. Apa jadinya kalau SAS sulit untuk di akses, apalagi seperti menggunakan timer, ini sama saja dengan offline.
Proses penilaian memang sebaiknya diserahkan kepada sekolah yang bersangkutan, karena ini dapat menjadi sarana pemberdayaan SDM Sekolah, memberikan instruksi SAS agar dilakukan sentralistik, jelas akan membuang tenaga yang seharusnya bisa di optimalkan di lingkungan sekolah itu sendiri. Kenapa diknas sebagai lembaga pemerintah tidak memberikan motivasi untuk memberikan kesempatan sekolah membangun SAS-nya sendiri.. bukankah ini bagian dari upaya mencerdaskan bangsa..??



sas menambah beban guru untuk memasukan nilai yang katanya onlien tewrnyata setengah onlien begitu kita masukan nilai tunggudeh beberapa hari lagi, ditambah lemotnya cukuplah penderitaannya….
Comment by achmad fauzi — 09:50 17 April, 2009 @ 9:50 am
pak nama situs sas nya apa?
Comment by andri — 07:35 5 November, 2009 @ 7:35 am