gpMONOSebuah terobosan baru dalam memajukan dunia motorsport baru saja di gelar di Sirkuit Sentul. Acara yang bertajuk "GP Mono" dan "Supersport" Indonesian Championship 2009 kali ini sebagai bukti keseriusan PP IMI dalam memajukan prestasi rider muda Indonesia yang diharapkan mampu bersaing di Asia atau mungkin mengikuti jejak Doni Tata untuk go Internasional di ajang MotoGP. GP Mono sendiri adalah kelas baru yang akan digelar dalam beberapa seri. Mrs. Midori direktur GP Mono mengungkapkan bahwa inilah saat yang tepat untuk para rider muda meraih prestasi yang dapat mengantar pada kelas-kelas balap motor ber-cc besar. Spesifikasi GPmono yang menggunakan motor dengan spesifikasi balap 250cc seharga 5 M ini menjadi investasi awal para riders yang serius menekuni dunia balap. Motor GPmono yang digunakan adalah menggunakan basis Honda-CRF 250 yang kemudian di modifikasi dengan spec racing. Tenaga sebesar 30-40 dk yang dihasilkan telah terbukti mampu menembus sirkuit sentul dalam waktu 1.menit 45 detik. Ini akan membuat sebuah race yang mendekati balapan kelas dunia. Apalagi spesifikasi tersebut disiapkan untuk mengacu pada regulasi MotoGP yang rencananya tahun 2011 sudah menggunakan motor type 4 langkah. Tentu hal ini dapat menjadi persiapan awal yang sangat bagus untuk riders muda seperti Satrio yang berhasil menjuarai GPmono kali ini dengan pertarungan seru selama 12 laps. Rider dari Aceh yang masih berusia 18 tahun ini patut di perhitungan oleh riders dari daerah lain karena ternyata prestasi putra daerah ternyata memiliki peluang yang sangat besar. Dan peluang di GPmono tentu akan semakin menarik. PP IMI sendiri telah berupaya mengorder 30 motor untuk kegiatan GPmono ini dari rumah modifikasi Moriwaki di Jepang.

GPmono MD250

MD250

Apalagi motor 250cc saat ini juga mulai di produk massal di Indonesia. Sebut saja Kawasaki dari KMI yang telah eksis mengeluarkan produk Ninja 250r, hal ini akan memberikan motivasi pada riders muda untuk melirik kelas motor sport yang sesungguhnya. Saya secara pribadi memang berharap langkah KMI ini akan di ikuti oleh pabrikan-pabrikan lain untuk mengeluarkan type motor sport yang terjangkau masyarakat umum. Sehingga pembibitan riders kelas dunia akan semakin tumbuh. Dikelas Supersport 600cc keatas prestasi pembalap senior seperti Hendriansyah, Harlan fadhilah ,M fadli dan pembalap senior lain memang masih di atas angin, riders baru yang mencoba bertarung dikelas supersport ini kelihatan sekali belum mampu menyatu dengan karakter motor ber-cc besar yang sanggup menyemburkan tenaga hingga 80 dk lebih. Kelas Supersport yang di ikuti oleh 27 peserta dengan pertarungan seru selama 15 laps ini masih memunculkan jawara bertahan sirkuit Sentul bro "Hendriansyah". Bro Hendri nampak memiliki skill yang sudah expert dengan motor sportnya, apalagi dia pernah di kontrak oleh salah satu tim dari negara lain. Harapan prestasi yang semakin membaik inilah yang diharapkan A. Judiarto sebagai ketua IMI untuk menjadi sebuah konsistensi prestasi menuju gerbang Asia dan Internsional, karena kebekuan riders Indonesia yang belum mampu menembus 5 besar dikelas FIM Asia, masih menjadi PR tersendiri bagi IMI dalam mengembleng prestasi riders kita.

Indonesia memang memiliki pasar sepedamotor yang besar, tetapi mencetak pembalap yang mampu bertarung secara Internasional masih jauh dari harapan. Bisa jadi pemerintah perlu memperlunak regulasi masuk motor-motor sport, baik regulasi cc atau bea masuknya. Sehingga budaya bersepeda motor besarpun akan menjadi bagian yang tidak ekslusif lagi, apalagi jika terbukti sebagai ajang pencetak prestasi.

SPESIFIKASI MD250H DENGAN BASIS CRF-250

MD250Frame Moriwaki original
Lengan ayun Moriwaki original
Sok depan Honda RS125
Mesin Honda CRF250X
Exhaust system Moriwaki original
Sok belakang Honda RS125
Roda Honda RS125
Pengereman Honda RS125
Footstep Moriwaki original
Radiator Honda RS125 modified
Meter panel Honda RS125
Karburator Keihin FCR Φ40
Panjang 1830 mm
Lebar 560 mm
Tinggi 1050 mm
Wheelbase 1230 mm
Engine model Melle
Kapasitas 249.4 cm3
Ban depan 95/70/R17
Ban belakang 115/70/R17
Ground clearance 120 mm
Starter type electric starter
Type water-cooled 4-cycle
Bentuk silinder Single, inclined 10° from vertical
Bore × stroke 78.0×52.2mm
Compression ratio 12.9:1
Karburator FCR12B (Keihin FCR Φ40)
Throttle valve 19.0×60.0mm
Venturi diameter 40mm (@maximum lift)
Throttle bore 43mm
Busi NGK R0409B-10
Gap busi 0.6-0.7mm
Rasio Primary 3.611(65/18)
Gear ratio I = 2.387, II = 1.750, III = 1.333, IV = 1.041, V = 0.814
Final gir 2.117(36/17)

ref : http://www.motorplus-online.com/index.php/article/detail/id/365

Untuk liputan dikelas superbike silahkan pembaca membuka blognya bro Rudi Triatmono , soalnya dia yang turun langsung ikut race OMR superbike. Selamat ya Bro Rudi yang sudah jadi juara II kemarin …, hayo kapan ngundang makan-makannya :)