Ordometer di Pulsar Merah sudah mencapai 1800, ini sudah mendekati waktu untuk servis yang ke 2, dan kemarin sore sepulang dari kantor saya langsung ke JAR Pondok Labu untuk melakukan servis yang ke 2, keluhan yang sampaikan pertama adalah indikator filter udara mulai berkedip-kedip tanda filter mulai kotor, dan keluhan kedua adalah tenaga P200 yang masih ngelitik kalau menghadapi tanjakan 45 derajat. Untuk trek lurus akselerasi cukup lumayan, smooth tetapi responsif. Sensasi tehnologi DTS-i benar-benar mak nyuss… ketika di ajak lari diatas 80 Kpj. Dari Lampu merah Pasar Minggu hingga jalan baru Lenteng Agung pada malam hari bisa merasakan hembusan angin pada kecepatan 120 Kpj, walaupun standar pabrik pulsar sendiri memang termasuk kencang hingga 130 Kpj, tetapi motor ini type sport touring, jadi ya paling nikmat dibawa santai jalannya ..

Beberapa saat setelah masuk ruang services, mekanik JAR dengan cekatan membongkar Fuel Tank, setel klep, cek busi dan …. waduh kok Bak Kopling dibuka … ??? Saya nggak ngerti kenapa harus buka mesin dan menyusun ulang plat kopling …., dan dalam tempo satu jam semuanya nampak selesai…
Saya langsung pulang … tetepi ketika beberapa saat motor parkir dihalaman kok ada oli yang menetes … ah mungkin ini bekas tetesan sewaktu ganti oli tadi, akhirnya motorpun saya cuci bersih dan masuk rumah …., satu jam didalam sambil nonton TV iseng-iseng saya lihat si Pulsi Merah ini, ternyata … masih ada tetesan oli di lantai … saya coba membesihkan dengan tisue hingga kering, tetapi pagi harinya saya lihat tetesan oli sudah banyak di lantai, perkiraan saya ada 100 ml oli yang sudah keluar, … bahaya nih !! rupanya mekanik agak ceroboh waktu memasang tutup blok kopling. gasket tidak berfungsi optimal sehingga oli merembes keluar.. berarti nanti harus meluangkan waktu lagi ke bengkel … duh ! kenapa nggak teliti ya ..


