lampung

Menjelang dini hari kemarin 15 Agustus 2009, akhirnya jadi juga berangkat ke lampung, yup … mumpung pas ada liburan 17-an, sekalian nyempetin nyekar ke makam bunda. Sore sengaja prepare buat si Pulsar 200, ganti oli sendiri, chek break system, lampu, dan kondisi roda supaya siap di ajak lari di jalan lintas SUmatra. Pukul 03.00 start melalui rute jalan Moh. Kahfi I, isi BBM dulu Rp. 20.000,- di Indikator Fuel hampir fullbar kurang satu strip, berarti prediksi bisa untuk jarah tempuh minimal 500 Km. Suasana jalan masih terasa sepi, sedikit dingin tapi malah tancap gas rata-rata 90 Kpj. Rute Buncit - Mampang - Grogol - Daanmogot - Cimone - Serang terasa lancar, pukul 5.00 mampir sebentar di SPBU dekat perbatasan Cilegon untuk sholat shubuh, disini sempat ketemu rider pulsar yang mau menuju Bandung, setelah ngobrol sebentar kemudian saya berpamitan dan kembali memacu si P-200 menuju merak. Selama perjalanan ada sedikit hambatan perbaikan jalan, yaitu selepas Citra raya tangerang dan menjelang masuk Serang Banten. Kemudian di sekitar kawasan industri Kragilan jam 5 pagi sudah ketemu macet karena karyawan pabrik yang dari arah Cilegon banyak yang menuju ke tempat ini, persis seperti jalanan TB. Simatupang pada jam sibuk, yang sedikit berbahaya mereka pada ngambil sisi kanan dan kebut-kebutan. Pukul 06.00 akhirnya tiba di Pelabuhan Ferry Merak, dan beli tiket sebesar Rp. 28.000,-. Begitu masuk di kapal kesempatan deh buat tidur sejenak .. lumayankan naik kapal selama 2 jam … ;)

Pukul 08.00 kapal baru bersandar di Pelabuhan Bakauheni, waww … jalanan baru selesai di hotmix rupanya, masih terasa licin dan mulus. Begitu keluar kapal beberapa motor langsung tancap gas di jalan lintas sumatra ini, untuk sesaat saat menikmati pemandangan yang indah di sekitar Kalianda ini pada kecepatan 80 Kpj. dan selanjutnya mulai naik gas hingga di 110 Kpj. Jalanan antara Bakauheni hingga tarahan yang panjangnya sekitar 80 Km ini memang lebih mirip sirkuit, memiliki lebar yang sesuai,sepi dan mulus. Saya sempat memacu hingga kecepatan maximum 150 Kpj, tetapi nggak berani lama-lama, ngeri juga kalo tiba-tiba motor mogok di tempat sepi …, Tenaga Pulsar-200 pada RPM 9000 terasa sangat sangar, boleh di acungi jempol untuk motor kelas 200cc memiliki handling yang smooth tetapi tenaga besar. Saya benar-benar menikmati perjalanan ini. Memasuki Bandar Lampung hingga Metro jalanan sudah mulai ramai, kecepatan max 80Kpj sudah cukup bagus. dan jam 10.00 pagi akhirnya sampai di tanah kelahiran Metro tercinta ….

Minggu 16 Agustus 2009, saatnya kembali ke Jakarta setelah kemarin sore acara ziarah ke makam bunda selesai. Setelah sholat shubuh si merah P-200 langsung menembus kabut menuju Pelabuhan Bakauheni, jalanan yang relatif sepi kembali menggoda untuk memacu P-200 di kecepatan 100 Kpj, sempat ketemu beberapa rider yang lagi touring menuju bandar lampung seperti club Minerva 250. Jam 6.30 sampai juga di Pelabuhan Bakauheni setelah di Kalianda sempat kena hujan gerimis.
Setelah Kapal sampai di Pelabuhan Merak, jalanan sudah sedikit ramai wah ini musti santai pada kecepatan max. 70 Kpj, akhirnya menjelang jam 13.00 baru sampai di depok, Alhamdulilah selamat deh.

Catatan ;
Konsumsi BBM Pulsar-200 dari Depok ke Metro PP Rp. 50.000,-
Tiket Ferry PP Rp. 56.000,-
Makan siang dikapal … nggak ada yang cocok .. jadi mampir di warung padang aja Rp. 15.000 sudah kenyang bro ..
 

lampung

lampung

lampung

lampung

lampung

lampung

lampung

lampung

lampung