::: seperti air yang mengalir :::

al hikmah11:20 11 September, 2008 11:20 am

Mengisi aktifitas selama bulan ramadhan yang di sucikan oleh umat moslem, teman-teman rider di Jakarta hampir tiap minggu mengisinya dengan kegiatan silaturahmi baik dalam bentuk buka puasa bersama ataupun sahur on the road. Suasana Jakarta menjelang beduk magrib yang sering traffic jammed akhirnya menjadi pre berbuka puasa tersendiri :) , soalnya beberapa kali mengikuti acara berbuka puasa nyaris telat dilokasi meeting point gara-gara masih tertahan di jalanan. Tapi itulah seninya … semangat teman-teman seperti memenuhi undangan berbuka puasa di Jakarta Barat kemarin walaupun diwarnai traffic jammed disana-sini akhirnya tetap bisa terlaksana.

Bahkan malam kemarin di base camp rider Cilandak Mall, teman-teman masih melanjutkan dengan acara meeting untuk acara berbuka puasa besok tanggal 13 September 2008 di Bumi perkemahan ragunan jakarta selatan. Wakh … pasti ramai deh ..;)

zwb1

zwb

zwb

zwb

basecamp

basecamp

al hikmah13:01 5 September, 2008 1:01 pm

Kemarin teman-teman riders hampir semuanya berkumpul dihalaman padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah dalam rangka acara berbuka puasa bersama sekaligus ajang silaturahmi antar chapter, tradisi acara ini setiap tahun memang terus berjalan dan di ikuti oleh teman-teman khususnya RAPI riders yang anggotanya terdiri dari berbagai agama dan keyakinan. Konsep persaudaraan seperti ini menjadi indah ketika titik persamaan untuk saling bersama menghormati saudara yang berbeda keyakinan mempertemukan semuanya.

Selepas acara kemudian beberapa teman riders memilih untuk menuju basecamp di mall cilandak, wah … acara begadang nyambung lagi deh sampai tengah malam …, ya beginilah indahnya night riders ;)

buber

buber

al hikmah14:07 22 July, 2008 2:07 pm

Kemarin malam setelah melihat VCD Bapak Hariadi tentang sesatnya Ahmadiyah, diskusi tentang ahmadiyah ramai lagi bersama rekan-rekan RR di ZZD, yup … memang isu ahmadiyah sejak kejadian di monas melengkapi ketersesatan2 lain yang tumbuh subur di indonesia ini .. :( Nah .. kebetulan ada artikel yang masih nyambung dengan paparan pak hariadi tentang ahmadiyah yang saya temukan di forum kaskus, baca deh …

 

Mengapa Ahmadiyyah Sesat dan Menyesatkan?

International Jihad Analysis - Di masa Rasulullah SAW ada seseorang yang mengaku nabi, bernama Musailamah Al-Kaddzab. Gelar Al-Kaddzab berarti si Pendusta, karena dia memang berdusta dengan mengaku sebagai nabi. Selain mengaku nabi, Musailamah juga merasa mampu menandingi ayat Al-Qur’an dengan gubahannya sendiri Ad Difda’u atau Katak. Al Jahiz, sastrawan Arab dalam bukunya ‘Al Hayawan’ mengomentari gubahan nabi palsu ini dengan mengatakan: ”Alangkah kotornya gubahan yang dikatakannya sebagai ayat Al-Qur’an itu yang turun kepadanya sebagai wahyu.”

Ghulam Mirza
Ghulam Mirza Ahmad Bersama Para Pengikutnya, Dia Ditengah, Barisan ke 2 dari Kiri no 4,Laknatullah..

(more…)

al hikmah16:52 14 July, 2008 4:52 pm

Ketika saya masih kelas III SMP saya mengenal do’a ini dari ayahanda tercinta, di kawasan Asia memang do’a ini sangat terkenal. Banyak fadlilah yang dapat di ambil ketika kita mengamalkan do’a ini. Dengan rasa tawadu’, ikhlas dan istiqomah do’a ini memberi sugesti yang baik dan memberi rasa damai tersendiri.


 

“Ya Allah, Zat Yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan al-Quran itu tidak lain hanyalah peringatan bagi seluruh umat. Dan yang mengijabahi Luqmanul Hakim, dan Sulaiman telah mewarisi Daud a.s. Allah adalah Zat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgahsana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sihatlah jasad tubuhku , kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam a.s., orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah : “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”. Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang di berikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

al hikmah02:13 19 February, 2008 2:13 am

Ketika bangsa Indonesia sedang carut marut sekarang,banyak diantara kita yang mengatakan bahwa nurani bangsa sedang mati. Perilaku masyarakat kita, baik pejabat,anggauta dewan bahkan rakyat di jalanan
lebih didorong oleh syahwat dan hawa nafsu dibanding oleh akal sehat, apa lagi oleh nurani.. Bayangkan, apa motif perkelahian antara TNI dan polisi di Maluku hingga beberapa polisi tewas sia-sia ? politik bukan,
ekonomi bukan, apalagi kalau bukan hawa nafsu ?
(more…)

al hikmah 2:07 am

Kualitas suatu bangsa ditentukan oleh kebudayaannya. Kebudayaan adalah
konsep,gagasan,fikiran dan keyakinan yang dianut oleh suatu masyarakat
dalamwaktu lamasehinggi menuntun mereka dalam memenuhi kebutuhan
hidupnya. Berbeda konsep, berakibat berbeda pula perilaku, salah
konsep berakibat menjadi salah perilaku. Kebudayaan tidak jadi dengan
sendirinya, tetapi dibangun oleh para pemimpin bangsa.
(more…)

untuk sahabat, al hikmah01:55 22 October, 2007 1:55 am

Tak terasa berlalu …,
padahal belum juga hati ini puas mencapai suci
Riya..kebimbangan … dan ragu masih menjadi kerikil tajam
yang mengotori sajadah sujudku

Aku masih merindukan tetes embun pagimu
aku masih merindukan damai dalam gumam zikirku

Tapi fajar dan takbir telah melapas kepergianmu
dan tingal harapan untuk bertemu dilain masa

Kurengkuh teman-temanku dalam jabat erat yang penuh ikhlas
kusambut senyum kemenangan dengan hati yang lapang
sejuta kata maaf rasanya tak cukup terucap
memupus semua khilaf
di hari ini..
Aidul Fitri.., keceriaan syawal disela takbir

Note :
Untuk semua pembaca,
teriring selamat hari raya idul fitri
mohon maaf lahir dan batin
semoga ini menjadi awal kesempurnaan silaturahmi kita semua
ta qaballahu minna wa minkum ..

al hikmah01:39 19 September, 2006 1:39 am

Minggu pagi kemarin kebetulan ada acara taklim dengan adik-adik sepupu, acara rutin tiap 3 bulan sekali itu kita sempatkan untuk mempererat silaturahmi keluarga sekaligus untuk pengajian rutin. Topik pengajian menyambut ramadhan langsung seru … karena banyak kegagalan yang tidak bisa di aplikasikan oleh umat islam di lingkungan kita, Rona sepupuku yang tinggal lama di australia langsung ngeluarin uneg-unegnya ..hehehe…, di Indonesia orang tidak di manusiawikan …, dari urusan public kayak transportasi, hukum, konsumen, sampe sakit pun tidak ada pelayanan yang cukup manusiawi … padahal mayoritas Indonesia beragama islam …, dimana aplikasi agama …? dimana .. cermin ramadhan setiap tahunnya…gagal ..gagal semua… deg !, Aku bengong sepupuku memaparkan kehidupan moslem di australia sama indonesia …

Memang ada benarnya kalo mayoritas muslim di Indonesia tidak menjamin ada kehidupan islami di lingkungan kita, … keluar dari rumah .. ups.. di perempatan jalan-jalan, di terminal, di pelayanan umum, terkesan ada hukum rimba yang berlaku .. dimana si kuat menindas si lemah, … ironisnya mereka juga sesama muslim. Kalo pernah liat iklan mild … langsung bilang deh .."TANYA KENAPA" … :)

Ok, terlepas dari kenyataan itu memang ada kesalahan persepsi dalam menyikapi bulan ramadhan itu, menurutku sebagian muslim Indonesia lebih suka menjadikan ramadhan sebagai rutinitas dan ceremonial tahunan, siang puasa hanya untuk menahan lapar dan malam ikut sholat tarawih …, lantas aktualisasi sosial ..???? ehhmmm yang ini sulit dijabarkan…

 Contoh sederhana deh, pernahkah kita memperhatikan seseorang yang pernah kita beri zakat fitrah ..?? apakah pernah kita evaluasi … berapa tahun dia selalu menerima..dan menerima terus ..??? kita tidak pernah berupaya mengeluarkan sodara kita dari kemiskinan ..dari keterbelakangan … dan mungkin kita cenderung memanjakan mereka untuk tetap miskin …

Konsep muamalah perlu di kaji lagi, bahwa mengeluarkan saudara kita dari kemiskinan materi sebenarnya lebih utama dari pada harus memberi zakat kepada mereka setiap tahun, … artinya kepedulian sosial itu tidak akan berarti kalau tidak ada barometer ke arah perubahan yang lebih baik, jadi solusinya … kebersamaan muslim untuk memperbaiki kondisi umat itu harus menjadi prioritas.

Yang paling sulit memang kalo sudah nyambung ke urusan moral dan kebiasaan …, nyebelin nggak sih kalau kamu harus mengeluarkan uang walaupun 1000 rupiah pada preman di prapatan jalan atau tukang parkir bayangan..atau oknum pemerintah yang memungut bayaran tidak resmi …? padahal mereka muslim .., menyakitkan … ada ketidak ihlasan melihat budaya semacam itu, tapi itulah cermin kehidupan yang ada di sekeliling kita, agama … belum bisa melahirkan moralitas seperti yang kita harapkan.

Mudah-mudahan dengan teguran bencana,..dengan teguran dakwah yang sejuk … kita dapat menemukan ramadhan ini sebagai gerbang perubahan berbudaya yang lebih islami .. karena kita sejatinya memang muslim atau muslimah … 

al hikmah03:03 7 September, 2006 3:03 am

dan seorang ikhwan bertanya pada ibunya
“Ibu, ceritakan padaku tentang Ikhwan sejati”
Sang Ibu tersenyum dan menjawab
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bahunya yang kekar Tetapi dari kasih sayangnya pada orang di sekitarnya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari suaranya yang lantang Tetapi dari kelembutan mengatakan kebenaran
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah sahabat di sekitarnya Tetapi dari sikap bersahabatnya pada generasi muda bangsa
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari bagaimana dia dihormati di tempat kerja
Tetapi bagaiman dia dihormati di dalam rumah Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya pukulan Tetapi dari sikap bijaknya memahami persoalan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari dadanya yang bidang Tetapi dari hati yang ada di balik itu
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari banyaknya akhwat yang memuja Tetapi dari komitmennya terhadap akhwat yang dicintainya
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari jumlah barbel yang dibebankan Tetapi dari tabahnya dia menjalani lika liku kehidupan
Ikhwan sejati bukanlah dilihat dari kerasnya dia membaca Qur’an Tetapi dari konsistennya dia menjalankan apa yang dia baca

Setelah itu ia kembali bertanya
“Siapakah yang dapat memenuhi kriteria itu, Ibu?”
Sang Ibu memberinya buku dan berkata “Pelajari tentang dia”
Ia pun mengambil buku itu “MUHAMMAD”,
judul yang tertulis di buku itu Seorang bijak pandai berpesan kepada anak lelakinya: “Wahai anakku, sekiranya engkau berasa perlu untuk bersahabat dengan seseorang, maka hendaklah engkau memilih orang yang sifatnya seperti berikut:

* Jika engkau berbakti kepadanya, dia akan melindungi kamu;
* Jika engkau rapatkan persahabatan dengannya, dia akan membalas balik persahabatan kamu;
* Jika engkau memerlu pertolongan daripadanya, dia akan membantu kamu;
* Jika engkau menghulurkan sesuatu kebaikan kepadanya, dia akan menerimanya dengan baik;
* Jika dia mendapat sesuatu kebajikan (bantuan) daripada kamu, dia akan menghargai atau menyebut kebaikan kamu;
* Jika dia melihat sesuatu yang tidak baik daripada kamu, dia akan menutupnya;
* Jika engkau meminta bantuan daripadanya, dia akan mengusahakannya;
* Jika engkau berdiam diri (kerana malu hendak meminta), dia akan menayakan kesusahan kamu;
* Jika datang sesuatu bencana menimpa dirimu, dia akan meringankan kesusahan kamu;
* Jika engkau berkata kepadanya, nescaya dia akan membenarkan kamu;
* Jika engkau merancangkan sesuatu, nescaya dia akan membantu kamu;
* Jika kamu berdua berselisih faham, nescaya dia lebih senang mengalah untuk menjaga kepentingan persahabatan.
* Dia membantumu menunaikan tanggungjawab serta melarang melakukan perkara buruk dan maksiat
* Dia mendorongmu mencapai kejayaan didunia dan akhirat.

al hikmah02:05 24 August, 2006 2:05 am

Ketika Allah berikan nyawa
saat itulah aku menandatangani
kontrak dengan-Nya

Aku tidak tau
kapan kontrak hidupku
berakhir

Aku terlalu asyik dengan duniaku

ketika riang menyapaku
aku lupa mengucapkan
Alhamdulillaah

saat sedih datang
aku terlalu larut untuk mengucap
Astagfirullaah

Aku tidak sadar
ada yang melihatku

ketika aku senang, pun susah
ada yang mencatat langkahku

mau dibawa kemana hidupku ini

aku lupa
aku tidak tahu kapan kontrakku
dengan Allah berakhir

Allah, aku tidak ingin menyesal
di hadapan-Mu nanti

Next Page »