Kegiatan Baksos Gempa Jawa di Tasik Malaya
Kegiatan Bakti sosial bersama teman-teman RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) di kota Tasikmalaya yang dilaksanakan pada hari Minggu 11 Oktober 2009.































Kegiatan Baksos Gempa Jawa di Tasik Malaya
Kegiatan Bakti sosial bersama teman-teman RAPI (Radio Antar Penduduk Indonesia) di kota Tasikmalaya yang dilaksanakan pada hari Minggu 11 Oktober 2009.































2500 KM with red Pulsar 200 at Raya Fitri Tour 2009 …
Tradisi mudik lebaran di Indonesia memang telah mengakar di masyarakat, detik-detik menjelang iedul fitri selalu di warnai dengan dengan kesibukan untuk pulang kampung bertemu sanak keluarga sekaligus untuk tamasya bersama …, tentu saja kegiatan semacam ini cukup membuat pusing pemerintah, bayangkan … semua fasilitas angkutan umum mengalami over booking dan over load, jalan raya juga mengalami kemacetan dimana-mana, otomatis pak polisi mendapat tugas tambahan selama 24 jam untuk menjaga kamtibmas selama acara mudik tersebut. Hal ini juga dilakukan oleh teman-teman RAPI menjelang H-7 dan H +7 Iedul Fitri, beberapa posko simpatikpun didirikan mulai dari traffic count hingga informasi jalur mudik.


















































Suasana gelap karena mati lampu menyambut perjalanan kita sejak lepas dari SPBU di dekat pasar Pacitan, padahal jalanan menuju rumah JZ09EAR cukup berat karena penuh tikungan tajam dan tanjakan, sampai di pasar Tulakan Pacitan sudah hampir pukul 20.00 WIB, kabut mulai turun dan akhirnya sampai juga dengan selamat di titik tujuan akhir…, malam kian sepi .. sesekali rintik-rintik hujan menambah dingin suasana di ketinggian 900 DPl ini, sampai akhirnya berebut selimut untuk tidur lebih awal …
Rabu, 23 September 2009
Sudah pukul 07. pagi tapi matahari belum juga nampak, sementara rintik hujan setiap saat turun. Hari ini sebenarnya ingin mengambil dokumentasi di seputar kota Pacitan, tetapi karena pukul 10.30 baru pamit dengan JZ09EAR dan keluarga, akhirnya acara foto-foto di kota Pacitan di urungkan, rute melalui dusun sedeng kembali dilewati sehingga lebih awal memasuki perbatasan antara Giritontro, pemandangan gersang diantara bukit terjal nampak terhampar luas, suasana jalan masih terasa sepi sehingga saya dan JZ12BAR sempat mengambil beberapa foto di sekitar Pracimantoro.
Melintasi jalan Wonosari JZ12BAR mengajak untuk mencoba trek Ngawen - Semin - Klaten, hmmm … lumayan juga, sayang banyak jalan yang bumpi sehingga dikecepatan tinggi agak kurang nyaman. Pukul 15.00 sampai juga di rumah JZ12BAR, dan disana JZ09HRG yang kebetulan mau jalan-jalan ke Malioboro dapat bergabung bersama di rumah JZ12BAR. Pukul 20.00 WIB akhirnya saya berpamitan untuk kembali ke Purworejo dan bermalam disana …
Kamis, 24 September 2009
Pukul 07.30 saya bersama kakak dan 2 keponakan menuju Wonosobo sekalian melihat suasana di sekitar pegunungan Dieng, rute yang dipilih melalui Purworejo - Loano - Kepil - Kretek - Wonosobo, kondisi jalan benar-benar mengasikan, banyak tikungan S dan Z yang bisa kita nikmati dengan kecepatan 70 KPj disini, suasana udara dingin juga membuat perjalanan ke Wonosobo dan Dieng terasa nyaman, bahkan ketika melihat kawah dieng rasa panas tidak begitu terasa.
Menjelang sore akhirnya kita kembali ke Purworejo …











































Memang begitu sampai di puncak Suroloyo kita akan terpuaskan dengan pemandangan yang sangat indah, kita seperti berada di negeri di atas awan, tetapi perlu di ingat jangan sampai terlena hingga kabut datang dan anda tidak bisa pulang karena jalan tertutup kabut, jadi perhatikan kondisi cuaca agar anda bisa menikmatinya.






























Minggu, 27 September 2009
Pukul 10.00 WIB kita berpamitan dengan kedua orang tua JZ09ENB menuju Jakarta, rute pulang tetap melalui Cikijing - Majalengka - Kadipaten - Subang - Sadang yang masih terasa lancar, tetapi suhu di atas 35 derajat cukup membuat dehidrasi. Sehingga akhirnya JZ09ENB mengajak beristirahat di rumah JZ10UBE yang kebetulan kita lewati. Setelah beristirahat sejenak sambil menikmati es kelapa muda, perjalanan dilanjutkan melalui rute Sadang - Bukit Indah - Cikarang - Bekasi, titik akhir perjalanan kita pilih menjelang lampu merah kelapa dua Kalimalang, … sebuah perjalanan yang panjang hampir 2500 KM sudah terlewatkan, banyak kenangan manis di touring lebaran kali ini. Mudah-mudahan lebaran selanjutnya masih berkesempatan menikmati libur lebaran untuk menapaki jalan-jalan panjang di pulau jawa ….












Berbuka Puasa Bersama RAPI Jakarta Selatan
Alhamdulillah, acara yang berbuka puasa yang digelar teman-teman RAPI Jakarta Selatan dan sekitarnya berlangsung sukses …, kehadiran teman-teman RAPI se-JABODETABEK dan salah satu rekan RAPI Banda Aceh, semakin menguatkan rasa persaudaraan diantara keluarga besar RAPI.
Menjelang sore om kumis-JZ09HZM, om Bambang-JZ09EGG, om Acoy-JZ09ECC beserta seksi sibuk yang lain sudah ramai di frekwensi 142.600 MHz. pukul 14.00 bumi perkemahan Ragunan mulai dipersiapkan untuk acara, mulai dari nyusun kursi, menyiapkan tempat sholat berjamaah dan menyiapkan tata letak konsumsi berbuka puasa.
Teman-teman RAPI mulai berdatangan pada pukul 17.00 WIB, dan acarapun digelar dengan sambutan seni Marawis dari lokal II Tebet, kemudian siraman Rohani dari Lokal Pasar Minggu. Acara yang di pandu oleh sis Ida-JZ09IDA pun berlangsung meriah hingga datangnya beduk magrib. Selepas berbuka dengan es buah sajian om Abi-JZ09SAS sebagian rekan-rekan langsung menunaikan Sholat Magrib berjamaah secara bergantian.
Acara berlanjut dengan bincang-bincang santai sambil santap malam hingga pukul 21.00 WIB….
Atas nama Keluarga Besar RAPI Jakarta Selatan mengucapkan terimakasih atas kehadiran rekan-rekan semua diacara berbuka puasa kemarin, semoga silaturahmi kita kian erat dan bermakna, dan … ibadah puasa kita semakin menyempurnakan keimanan kita. Amin
















































64th Indonesian Independent Day
Baru saja pulang dari Lampung di depan rumah sudah mulai pasang-pasang bendera untuk acara nanti malam, tapi mendingan tidur dulu lah sebelum ikut nongkrong buat nanti malam. Habis magrib baru gabung sama pak RT nyiapain acara HUTRI ke 64 di RT 11 Villa Mutiara. Acara yang di lakukan di sekitar gang rumah ini keliatan ramai. Ibu-ibunya kompak masak rame-rame dan anak-anak yang rata-rata masih usia SD ini juga siap untuk mengisi acara 17-an. Acara di isi doa bersama dan sambutan dari Ketua RW, setelah itu langsung pentas seni dan pembagian hadiah lomba. Yang paling seru adalah melihat film tentang kegiatan di komplek RT 7, wah anak-anak keliatan seneng banget pada jadi bintang filem ..












Menjelang dini hari kemarin 15 Agustus 2009, akhirnya jadi juga berangkat ke lampung, yup … mumpung pas ada liburan 17-an, sekalian nyempetin nyekar ke makam bunda. Sore sengaja prepare buat si Pulsar 200, ganti oli sendiri, chek break system, lampu, dan kondisi roda supaya siap di ajak lari di jalan lintas SUmatra. Pukul 03.00 start melalui rute jalan Moh. Kahfi I, isi BBM dulu Rp. 20.000,- di Indikator Fuel hampir fullbar kurang satu strip, berarti prediksi bisa untuk jarah tempuh minimal 500 Km. Suasana jalan masih terasa sepi, sedikit dingin tapi malah tancap gas rata-rata 90 Kpj. Rute Buncit - Mampang - Grogol - Daanmogot - Cimone - Serang terasa lancar, pukul 5.00 mampir sebentar di SPBU dekat perbatasan Cilegon untuk sholat shubuh, disini sempat ketemu rider pulsar yang mau menuju Bandung, setelah ngobrol sebentar kemudian saya berpamitan dan kembali memacu si P-200 menuju merak. Selama perjalanan ada sedikit hambatan perbaikan jalan, yaitu selepas Citra raya tangerang dan menjelang masuk Serang Banten. Kemudian di sekitar kawasan industri Kragilan jam 5 pagi sudah ketemu macet karena karyawan pabrik yang dari arah Cilegon banyak yang menuju ke tempat ini, persis seperti jalanan TB. Simatupang pada jam sibuk, yang sedikit berbahaya mereka pada ngambil sisi kanan dan kebut-kebutan. Pukul 06.00 akhirnya tiba di Pelabuhan Ferry Merak, dan beli tiket sebesar Rp. 28.000,-. Begitu masuk di kapal kesempatan deh buat tidur sejenak .. lumayankan naik kapal selama 2 jam …
Pukul 08.00 kapal baru bersandar di Pelabuhan Bakauheni, waww … jalanan baru selesai di hotmix rupanya, masih terasa licin dan mulus. Begitu keluar kapal beberapa motor langsung tancap gas di jalan lintas sumatra ini, untuk sesaat saat menikmati pemandangan yang indah di sekitar Kalianda ini pada kecepatan 80 Kpj. dan selanjutnya mulai naik gas hingga di 110 Kpj. Jalanan antara Bakauheni hingga tarahan yang panjangnya sekitar 80 Km ini memang lebih mirip sirkuit, memiliki lebar yang sesuai,sepi dan mulus. Saya sempat memacu hingga kecepatan maximum 150 Kpj, tetapi nggak berani lama-lama, ngeri juga kalo tiba-tiba motor mogok di tempat sepi …, Tenaga Pulsar-200 pada RPM 9000 terasa sangat sangar, boleh di acungi jempol untuk motor kelas 200cc memiliki handling yang smooth tetapi tenaga besar. Saya benar-benar menikmati perjalanan ini. Memasuki Bandar Lampung hingga Metro jalanan sudah mulai ramai, kecepatan max 80Kpj sudah cukup bagus. dan jam 10.00 pagi akhirnya sampai di tanah kelahiran Metro tercinta ….
Minggu 16 Agustus 2009, saatnya kembali ke Jakarta setelah kemarin sore acara ziarah ke makam bunda selesai. Setelah sholat shubuh si merah P-200 langsung menembus kabut menuju Pelabuhan Bakauheni, jalanan yang relatif sepi kembali menggoda untuk memacu P-200 di kecepatan 100 Kpj, sempat ketemu beberapa rider yang lagi touring menuju bandar lampung seperti club Minerva 250. Jam 6.30 sampai juga di Pelabuhan Bakauheni setelah di Kalianda sempat kena hujan gerimis.
Setelah Kapal sampai di Pelabuhan Merak, jalanan sudah sedikit ramai wah ini musti santai pada kecepatan max. 70 Kpj, akhirnya menjelang jam 13.00 baru sampai di depok, Alhamdulilah selamat deh.
Catatan ;
Konsumsi BBM Pulsar-200 dari Depok ke Metro PP Rp. 50.000,-
Tiket Ferry PP Rp. 56.000,-
Makan siang dikapal … nggak ada yang cocok .. jadi mampir di warung padang aja Rp. 15.000 sudah kenyang bro ..









Kunjungan Kerja Ketua ORARI DKI Jakarta
Selasa, 11 Agustus 2009 adalah kunjungan perdana Ketua ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) DKI Jakarta ke lokal Cilandak, YB0PDM - Brigjen TNI H Meiyanto Rachmat yang saat ini menjabat Wakil Asisten Komunikasi dan Elektronik Panglima TNI hadir beserta jajaran pengurus ORDA DKI Jakarta seperti YB0KVN, YB0BSR, YB0BUI, YB0ECT dll. Kehadiran rekan-rekan dari ORDA DKI Jakarta ini disambut langsung oleh Ketua ORARI Lokal Cilandak mbak Christiani Nugraha-YC0WQP dan Ketua DPP ORARI Lokal CIlandak om Hernandy R. Karli - YB0TOY
Kunjungan kerja ini juga merupakan refreshing plan atas kegiatan ORARI yang akhir-akhir ini menurun, ORARI perlu menggalakkan kembali semangat eksperimen di bidang tehnik radio, DX dan public service. Pembaharuan link organisasi secara vertikal dan horizontal juga harus diperkuat dan tentu saja beliau berharap agar lokal yang terkait langsung dengan anggota mampu menjaring amatir radio muda yang dapat menjadi SDM ORARI di kepengurusan berikutnya. Selama ini kegiatan JOTA Nasional dan Internasional adalah potensi yang cukup untuk sebagai stimulan atas kegiatan amatir radio di indonesia, Dialog santai dengan pengurus lokal CIlandak pun usai pada pukul 23.00 WIB. Semoga dengan kunjungan kerja ini mampu membangkitkan kembali semangat bung tomo yang menggelora melalui radio amatir pada eranya …






1-2 Agustus 2009 kemarin teman-teman RAPIRIDERS merayakan hari jadinya yang ke 3 di Cilember Bogor. Acara yang di hadiri oleh 100 rider dari Jabodetabek tersebut memberikan kesan akrab dan mengesankan. Beberapa teman-teman rider menuju lokasi dalam waktu yang berbeda-beda, bahkan teman-teman RAPIRIDERS Jakarta Barat yang berjumlah sekitar 30 motor baru sampai pada jam 2 pagi karena mereka juga mengadakan acara live musik dan syukuran deklarasi RR.
Sabtu pagi hingga menjelang dinihari sekitar Cilember nampak ramai dengan hilir mudik rekan-rekan RAPIRIDERS yang memenuhi halaman VIla Afrida. Acara malam itu lebih banyak di isi dengan silaturahmi setelah review flashback RAPIRIDERS dan pembubaran panitia leadership. Om Gatot JZ09ELL dan mbak Ogie JZ09HIA memandu acara karaoke hingga tengah malam…
Minggu pagi setelah sarapan nasi goreng bersama, acara di isi dengan autodubling mobile station, acaranya lumayan seru. Untuk kelas pemula maximum OP 5 watt dimenangkan oleh Om Kumis JZ09HZM sebagai juara pertama disusul koh Abenk JZ09IFX dan Om Iwan JZ09IDQ. Sementara di Kelas Advance di menangkan oleh Pakde Yono JZ30AY disusul JZ09EWH dan JZ09IHG.
Selepas makan siang kemudian seluruh rekan-rekan RAPIRIDERS memenuhi undangan teman-teman RAPI Kodya Bogor yang baru melaksanakan Musyawarah Wilayah…
Selamat dan sukses untuk seluruh RAPIRIDERS ya …..


































yang lain nyusul bentar lagi …
Groups Riding to Wanayasa with PLBC
Jum’at 17 Juli 2009. Menjelang keberangkatan PLBC (PELNI Lines Biker Community) ke Wanayasa Jawa Barat masih sempat ada keragu-raguan …apakah perjalanan tetap dilanjutkan atau di tunda, maklum Jakarta sedang siaga I akibat insiden bom di kawasan Kuningan Jakarta Selatan. Akhirnya setelah berdiskusi singkat antara Capt. Kunto, om Iwan-JZ09FQT, om David-JZ09HTD dan JZ09FQT mengambil keputusan untuk tetap melanjutkan perjalanan. Persiapan group riding menuju ke Wanayasa di titik koordinat S 06.36".171′ E 107.28".687′ di briefing langsung oleh Dirut PT. PELNI Ibu Yusabella dan Direktur Usaha PT. PELNI Bapak Asep Suparman, dan seperti biasa selama perjalanan …"Pak Haji" Capt. Kunto dan Capt. Mandagi ikut serta sebagai rider PLBC. Rekan-rekan RAPI Riders yang kali ini turut memberikan dukungan komunikasi dan bertugas sebagai safety officer adalah kang "Ujang" JZ09ENB, Bro David-JZ09HTD, Bro Didik-JZ09FQT, Bro Iwan-JZ09HRG, dan Bro Agung-JZ09ILT.
Pukul 19.30 bendera start yang dikibarkan Dirut PT. PELNI menandai perjalanan panjang ke Wanayasa yang di ikuti oleh 70 motor ini, group riding yang dibagi menjadi tiga kelompok ini harus bersusah payah menembus macetnya lalulintas ibukota hingga di perbatasan Cakung-Bekasi. Istirahat sejenak di depan Grand Cakung Mall dimanfaatkan untuk menyusun dan rechek anggota rombongan. Selanjutnya menuju etape I ke alun-alun Karawang jalanan mulai lancar dan perjalananpun mulai bisa dinikmati. Pukul 23.30 seluruh peserta group riding istirahat sejenak di Pos I ALun-alun Karawang, setelah melepas dahaga perjalanan di lanjutkan menuju etape II yakni Pos II Soto Sadang, perjalanan sempat tersendat di sekitar fly over Karawang karena ada perbaikan jalan, beruntung rekan-rekan RAPI Karawang segera memberikan 10.14 mengenai rute alternatif sehingga kemacetan sedikit dapat dihindari. Pukul 00.30 rekan-rekan group riding PLBC sampai di Pos II Soto Sadang, sajian hangat soto sadang sudah menunggu untuk menambah tenaga dan melawan dinginnya malam. Semangat rekan-rekan PLBC merasakan menjadi Night Rider kali ini memang luar biasa, perjalanan menuju pos III di Wanayasa seperti tidak sabar untuk di selesaikan. Tidak terasa malam berubah menjadi pagi … pukul 01.00 dinihari puluhan nightrider ini kembali memecah sunyinya malam, formasi group riding memanjang hingga 1 KM. beruntung rute Sadang - Wanayasa sepi sehingga perjalanan benar-benar nyaman. Sepanjang mata menatap kedepan hanya nampak barisan lampu warna merah meliuk-liuk diantara tikungan jalan… sampai akhirnya pukul 01.45 etape terakhirpun selesai. Perjalanan sejauh 150 KM yang sudah di capai akhirnya menggiring rekan-rekan peserta group riding untuk segera beristirahat malam. Angin malam terasa sejuk … dan nyanyian serangga malam semakin membuat mata terpejam ….































Pukul 12.00 siang hari ini benar-benar istimewa, karena seluruh jajaran PT. PELNI beserta rekan-rekan PLBC membaur menjadi satu, acara makan siang di pinggir empang benar-benar terasa nikmat. Nampak keakraban yang luar biasa dari kegiatan ini. Memang waktunya terasa singkat karena pukul 13.30 seluruh peserta group riding harus melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta. Kibaran bendera start-pun melepas kepulangan group riding PLBC ke Jakarta. Bro David yang telah melakukan auto routing ke koordinat S 06.42.488′ E 107.21.753′ menjadi road captain. Rute melintasi waduk Cirata kali ini dipilih karena di sekitar waduk ini memiliki pemandangan yang sangat indah, sayang … karena keasikan menikmati mulusnya jalanan acara menikmati sate maranggi malah kelewatan …










Akses 3G di Netbook dan Ubuntu 9.04

Kebutuhan sarana komunikasi global saat ini memang mudah untuk didapatkan, dari Blackberry, GPRS, hingga 3G dan wifi-hotspot dapat kita dapatkan di kota-kota besar seperti Jakarta ini. Saat ini harga netbook juga semakin murah, dengan harga antara 3.5 hingga 5.5 juta kita sudah bisa menikmati komunikasi global dan sarana kantor bergerak. Peralatan tersebut juga dapat kita setting dengan mudah dan murah.
Sebagai gambaran yang sedang gunakan untuk memposting artikel ini, saya menggunakan Netbook "Advan" dengan processor Intel ATOM N270, 1.6 Ghz/533 MHz, dengan Video Graphic Intel 945GME, dan 10.2 WXGA led display. 1 Gb DDR2, 160 Gb SATA HDD, Wifi dan HSPDA Slot ready dan Web camera. Modem saya gunakan Indosat 3G merek Huawei model E220. dan OS saya pilih Ubuntu 9.04 karena terbaru di lingkungan linux.
Instalasi berjalan sempurna semuanya melalui USB pen-drive yang bisa kita buat sendiri dari PC desktop. Semua hardware terdeteksi semua hingga ke tampilan 3D untuk compiz fusion. Yang paling menyenangkan ini bisa dilakukan oleh seorang pemula sekalipun. Termasuk bagaimana cara menggunakan modem 3G di linux.
Ketika modem 3G usb di tancapkan linux langsung mengenali hardware tersebut, klik simbol network di pojok kanan atas, pilih VPN Connection lalu VPN configuration. Pilih menu mobile broadband dan Add, karena saya menggunakan indosat3G saya berinama indosat3G, ketik number dialnya dengan *99# , user name indosat, password indosat, APN indosat3g dan terakhir isi DNS Server di bagian IPvSetting dengan angka 202.152.161.227 lalu klik apply.
Beres, modem langsung terbaca dan terkoneksi ke indosat, acara surfing, chating, dan becanda di milispun bisa kita mulai dimanapun kita berada …. gampangkan masuk ke dunia maya …
Sejak Ubuntu 9.04 di rilis saya masih enggan mengganti Ubuntu 8.10 yang sudah tertanam di PC saya, soalnya selain masih stabil, sudah lengkap dengan aplikasi-aplikasi yang saya butuhkan dan rasanya tidak ada yang harus saya ganti dalam waktu dekat ini…., padahal begitu Ubuntu 9.04 di rilis resmi paginya saya langsung buru-buru mendownload ISO filenya dan memburningnya, ya sekedar melihat fitur-fitur terbarunya.
Nah … kebetulan minggu kemarin jalan-jalan ke point square dan beli Netbook, kesempatan nih buat menguji ketangguhan Ubuntu 9.04 di Intel Atom pada Netbook yang bertitle "Advan" ini, dengan spek RAM 1 Giga dan Harddisk 160 Giga, saya mencoba menginstall Ubuntu 9.04 desktop ini kedalamnya, walaupun … sebenarnya ada versi remixnya yang lebih ringan. Proses instalasi berjalan lancar dengan menggunakan USB pendrive, cukup cepat sekitar 30 menit selesai. Hal pertama yang saya lakukan adalah menambah codec untuk file MP3 supaya bisa mendengarkan lagu-lagu koleksi, kemudian menambah Theme "Favorit" Mac OSx dari Mac4lin, mengaktifkan Compiz Fusion, dan menambah beberapa aplikasi seperti cheese untuk webcamera karena kebetulan Netbook seharga 3.8 juta ini sudah dilengkapi dengan webcamera.
Menyenangkan, semua berjalan lancar, Ubuntu 9.04 berjalan dengan sempurna di Netbook yang memiliki layar 10.2" ini, untuk presentasi dan mengerjakan tugas-tugas perkantoran terasa nyaman, untuk membuka internet, chatting, hingga teleconference dengan webcamera terasa lancar semua. Dan yang paling menyenangkan adalah style theme Mac OS nya benar-benar hidup, sehingga Netbook ini terasa pas mendampingi saat-saat sibuk, saat touring, dan saat-saat membuka album kenangan kemarin …. Murah, ekonomis namun indah … mungkin itu yang bisa saya katakan ….





